Idul Adha dan Spirit Kontribusi Di Tengah Pandemi

SYIAR IBADAH DZUL HIJJAH 1441 H

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Panduan Berqurban

Menghidupkan Syiar Hari Arafah, Idul Adha
dan Hari Tasyriq

Tatacara Shalat Idul Adha 1441 H

Tatacara Khutbah Idul Adha 1441 H

 

 

=============================================

  1. Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

=============================================

  1. Bulan Dzulhijjah termasuk salah satu bulan haram. (QS. Al-Taubah/9: 36)
  2. Allah bersumpah dengan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. (QS. Al-Fajr: 1-2)
  3. Hari yang paling utama dari hari-hari dunia.

أفضلُ أيَّامِ الدُّنيا العشرُ يعني عشرَ ذي الحجَّةِ قيل ولا مثلُهنَّ في سبيلِ اللهِ قال ولا مثلُهنَّ في سبيلِ اللهِ إلَّا رجلٌ عفَّر وجهَه بالتُّرابِ. رواه البزاز وابن حبان.

Sebaik-baiknya hari dunia adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Ditanya, “Apakah jihad di jalan Allah tidak sebaik itu?” Rasul SAW menjawab, ”Tidak akan sama jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang menaburkan wajahnya dengan debu (gugur sebagai syahid). (HR. al-Bazzaz dan Ibnu Hibban)

  1. Di dalamnya terdapat hari Arafah. Hari Arafah adalah hari penghapusan dosa dan pembebasan dari api neraka.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ. رواه مسلم.

Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka? (HR. Muslim).

  1. Di dalamnya terdapat syariah penyembelihan. Hari penyembeliahan adalah hari yang paling utama.

أَعظمُ الأيَّامِ عِنْدَ اللَهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ القَرِّ. رواه أبو داود والنسائي.

Sesungguhnya hari-hari yang sangat agung di sisi Allah adalah hari nahr (hari kesepuluh Dzulhijjah) kemudian hari-hari tasyriq. (HR. Abu Daud dan An-Nasai).

  1. Hari yang terhimpun semua ibadah-ibadah induk, seperti sholat, puasa, sedekah dan juga haji. Tidak ada waktu lain yang dapat menghimpun semua ibadah ini.
  2. Hari yang disyariatkan untuk memperbanyak dzikir. (QS. Al-Haj/28)

 

Amalan Utama di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah:

  1. Memperbanyak dzikir; Tahlil, Tahmid dan Takbir.

ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد. رواه أحمد.

Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini. Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dengan tahlil, takbir, dan tahmid. (HR. Ahmad).

  1. Memperbanyak Sedekah, Infak dan ibadah harta lainnya. Jika di bulan biasa ibadah sedekah sangat utama, apalagi di hari-hari ini.

ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر. قالوا ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ولم يرجع من ذالك بشيء. رواه البخاري.

Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini.” Para sahabat bertanya: “Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah ?” Beliau bersabda, “Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi. (HR. Bukhari)

  1. Memperbanyak puasa, khususya pada tanggal 9 Dzulhijjah.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

Rasulullah biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya (HR. Abu Daud)

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

Puasa hari Arafah aku harapkan dari Allâh bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya. (HR. Muslim).

  1. Memperbanyak doa, khususnya di hari Arafah.

خَيْرُ الدُّعاءِ دُعاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَناَ وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

 Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir. (HR. at-Tirmidzi)

  1. Menyembelih hewan kurban.

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا.

Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban. (HR. Ibnu Majah dan Tirmidizi)

  1. Melaksanakan Manasik Haji dan Umrah.

العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ.

 Umrah satu ke Umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga. (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain amalan-amalan yang ditetapkan di atas, tentu semua amal kebaikan sangat ditekankan pada hari-hari mulia ini. Diantara amalan tersebut adalah: membaca al-Qur’an dan bershalawat kepada Nabi Muhammad, memperbanyak istighfar, berbakti kepada orang tua, silaturrahim, menyebarkan kedaimaian dan berbagi kebahagiaan, menyantuni fakir miskin, memuliakan tetangga dan tamu, menjenguk orang sakit dan lain sebagainya

=============================================

  1. Ibadah Qurban:

=============================================

1. Hukumnya Sunnah Muakkad

2. Berlaku bagi setiap orang yang muslim dan aqil baligh.

3. Dilakukan setiap tahun di Bulan Dzulhijjah.

4. Waktu Penyembelihan hewan qurban dimulai dari sejak selesai Shalat Idul Adha sampai dengan sebelum maghrib di hari ketiga hari tasyriq (10 - 13 Dzulhijjah)

5. Syarat hewan kurban adalah:

Dari jenis hewan ternak berkaki empat, yaitu unta, sapi atau kerbau dan kambing atau domba.

Binatang ternak tersebut memenuhi syaratusia dan sehat dan sempurna (tidak cacat fisik atau sakit):

  1. Unta telah mencapai 5 tahun atau lebih
  2. Sapi atau kerbau telah berusia 2 tahun
  3. Kambing telah berusia 1 tahun
  4. Domba telah berusia 6 bulan

6. Mudhahhi, pemilik hewan kurban (pekurban), disunahkan:

  1. Merawat hewan kurbannya.
  2. Tidak memotong kuku dan rambut (segala jenis rambut: rambut kepala, kumis, jenggot, dl) sejak masuk awal bulan Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih.
  3. Menyembelih sendiri hewan kurbannya. Namun jika tidak bisa/mampu maka ia menyaksikan proses penyembelihannya.
  4. Memakan sebagian daging kurban miliknya.

7. Syarat sah penyembelihan:

  1. Membaca basmalah
  2. Penyembelih adalah muslim atau ahlul kitab yang berakal. Namun lebih utama jika seorang muslim. Boleh laki-laki atau perempuan.
  3. Dalam proses penyembelihan minimal harus memutus dua saluran di leher, yaitu saluran nafas dan saluran makanan. Namun lebih baik lagi jika memutus juga saluran darahnya.

8. Adab-adab penyembelihan hewan qurban:

  1. Menggunakan pisau yang tajam
  2. Memperlakukan hewan dengan baik.
  3. Tidak menyembelih hewan kurban di depan hewan kurban lainnya.
  4. Tidak menampakkan pisau di hadapan hewan kurban.
  5. Menghadapkan hewan ke kiblat.
  6. Membaringkannya jika hewannya adalah kambing atau sapi. Untuk unta disembelih dalam keadaan berdiri.
  7. Membaca takbir, sehingga bacaan lengkap saat menyembelih menjadi bismillahi Allahu akbar
  8. Membaca doa Allahumma minka wailaika taqabbal minni.
  9. Melakukan penyembelihan sekuat dan secepat mungkin agak tidak menyakiti hewan kurban.

9. Setelah disembelih, hewan kurban harus ditunggu sampai mati (tidak bergerak lagi) sebelum dilakukan proses berikutnya (menguliti, membelah dan mencacahnya)

10. Daging hewan kurban tidak boleh diperjual belikan atau dijadikan alat untuk transaksi (membayar upah) bagi tukang jagal atau siapapun yang membantu proses pelaksanaan penyembelihan hingga selesai.

==============================================

  1. Hari Arafah, Idul Adha dan Hari Tasyriq 1441 H

==============================================

  1. Hari Arafah

Bagi umat Islam yang tidak menunaikan Ibadah haji dan tidak wukuf di Padang Arafah, disunnahkan untuk berpuasa Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah

Di pagi hari, sejak melaksanakan shalat subuh di hari Arafah dianjurkan untuk bertakbir setiap selesai shalat dan di berbagai kesempatan, hingga shalat ashar di hari Tasyriq yang terakhir yaitu, 13 Dzulhijjah

  1. Idul Adha

Pada Hari Raya Idul Adha, disunnahkan untuk memperbanyak takbir. Mandi dan memakai wewangian untuk pergi melaksanakan shalat Idul Idha secara berjamaah, kemudian menyimak khutbahnya. Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk bersedekah dengan yang terbaik di hari ini. Kemudian setelah itu berqurban dan menyaksikan penyembilan hewan qurban.

 

 

  1. Hari Tasyriq

Penyembelihan hewan qurban dimulai setelah pelaksanaan shalat Idul Adha, sampai hari terakhir Hari Tasyriq di tanggal 13 Dzulhijjah. Di Hari Tasyriq ini kaum muslimin juga terus dianjurkan untuk mengumandangkan takbir, khususnya setelah shalat fardu lima waktu

==============================================

  1. Tata Cara Shalat Idul Adha 1441 H

==============================================

Shalat Idul Adha sunnah muakkad, dan dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah di tanah lapang atau di masjid. Adapun tata cara Shalat Idul Adha sebagai berikut

  1. Berniat shalat sunnah Idul Adha dalam hati (boleh dibantu dengan melafazhkannya)
  2. Bertakbiratul ihram (ALLAHU AKBAR)
  3. Disunnahkan membaca doa iftitah singkat
  4. Bertakbir sunnah sebanyak 7 (tujuh kali)
  5. Di sela-sela takbir membaca: subhânallâh walhamdu lillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar
  6. Membaca Surah al-Fatihah
  7. Disunnahkan membaca Surah al-A’la atau surah atau ayat-ayat lainnya dari Al-Quran
  8. Ruku’ dan membaca tasbih
  9. I’tidal dengan membaca rabbanâ wa lakal hamdu.
  10. Sujud pertama dan membaca tasbih
  11. Duduk di antara dua sujud
  12. Sujud kedua dan membaca tasbih
  13. Berdiri rakaat kedua
  14. Bertakbir sunnah sebanyak 5 (lima) kali
  15. Di sela-sela takbir membaca: subhânallâh walhamdulillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar
  16. Membaca Surah al-Fatihah
  17. Disunnahkan membaca Surah al-Ghasyiyah atau surah atau ayat-ayat lainnya dari Al-Quran
  18. Ruku’, kemudian i’tidal, sujud dua kali diselingi duduk
  19. Tahiyyat akhir dengan bacaannya
  20. Mengucapkan salam

Dilanjutkan dengan khutbah Idul Adha. Jika shalat dilaksanakan secara sendiri (tidak berjamaah) maka tidak perlu dibacakan khutbah

==============================================

  1. Tata Cara Khutbah Idul Adha 1441 H

==============================================

    1. Khutbah Idul Adha hukumnya sunah (dianjurkan). Dilakukan setelah pelaksanaan shalat, karena merupakan kesempurnaan shalat Idul Adha, ketika dilakukan secara berjamaah.
    2. Khutbah Idul Adha bisa dilaksanakan dengan sekali khutbah, dan dilakukan dengan berdiri
    3. Sebagian ulama berpendapat bahwa khutbah Idul Adha dilaksanakan dengan dua khutbah dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

Adapun tatacara khutbah Idul Adha dengan 2 kali sebagai berikut:

1. Khutbah pertama, sebagai berikut:

  1. Membaca takbir sebanyak sembilan kali.
  2. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, "Alhamdulillah".
  3. Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, "Allahumma shalli 'ala Nabiyyina Muhammad".
  4. Berwasiat takwa.
  5. Membaca ayat Al-Qur'an.

2. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Membaca takbir sebanyak tujuh kali.
  2. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, "Alhamdulillah".
  3. Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, "Allahumma shalli 'ala Nabiyyina Muhammad".
  4. Berwasiat tentang takwa.
  5. Mendoakan kaum muslimin.

 

Sumber: DSDD 2020 M – 1441 H

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.