Potensi dan Cara Pemakaian Minyak Kayu Putih sebagai Terapi Covid19

Keterangan Gambar : Pixabay


Minyak kayu putih sudah lama menjadi pendukung pola hidup sehat keluarga Indonesia. Siapa sangka ternyata minyak kayu putih memiliki banyak manfaat yang telah banyak diteliti di seluruh dunia, dan kembali mencuri perhatian saat wabah pandemi kali ini.

 

Mengutip dari ipd.ac.id, Prof Dr Hanny Wijaya dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian mengatakan, "Kaitan langsung dengan COVID-19, baru ditemukan laporan Sharma dan Kaur (2020) yang berjudul: ”Eucalyptol (1,8-cineole) from Eucalyptus Essential Oil a Potensial Inhibitor of COVID-19 Corona Virus Infection by Molecular Docking Studies”. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa senyawa 1,8 sineol berpotensi menjadi senyawa yang dapat menghambat infeksi COVID-19. Molecular docking (penambatan molekuler) sendiri adalah metode penelitisan yang lazim digunakan untuk tahap awal pencarian kandidat obat. Hasil penelitian ini menguatkan potensi minyak atsiri kayu putih sebagai pencegah virus COVID-19, walau studi ini masih perlu dilanjutkan dengan pembuktian empiris.

 

Senyawa 1,8 sineol sendiri sudah diteliti sejak lama di dunia medis sebagai anti virus, anti bakteri dan anti inflamasi. Di dunia internasional, senyawa ini lebih dikenal terkandung dalam eucalyptus oil, yang masih satu family dengan minyak kayu putih dengan tingkat kandungan senyawa 1,8 sineol yang serupa.

 

Jurnal Kefarmasian Indonesia yang terbit Agustus 2017 menyatakan bahwa minyak kayu putih dapat menjadi alternatif pencegahan infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA). Kandungan utama minyak kayu putih disebut memiliki fungsi pengencer dahak, pelega pernafasan, dan penekan batuk.

 

Walaupun kaitannya dengan COVID19 secara khusus masih perlu diteliti, berdasarkan manfaat umum yang sudah terbukti secara ilmiah, tidak ada salahnya terapi minyak kayu putih dijadikan salah satu ikhtiar di masa pandemi.

 

Cara Terapi Minyak Kayu Putih

 

Merujuk artikel medicalnewstoday.com tentang pemanfaatan minyak esensial untuk mengatasi batuk, metode yang dianjurkan adalah inhalasi. Dalam konteks minyak kayu putih, beberapa cara yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

 

1. Campur beberapa tetes minyak kayu putih dengan air mendidih, lalu hirup aromanya. Bisa diulang beberapa kali sehari.

 

2. Balurkan minyak kayu putih ke bagian tenggorokan dan dada. Jika minyak kayu putih yang dipakai terlalu panas/kuat, campurkan terlebih dahulu dengan minyak lain (minyak olive atau minyak kelapa) baru dioleskan.

 

3. Oleskan masker yang dipakai dengan minyak kayu putih. Ulangi olesan minyak beberapa kali sehari.

 

Cara-cara tersebut di atas dapat dilakukan sebagai terapi pengobatan, sedang isolasi mandiri, atau terapi pencegahan, khususnya ketika sedang melakukan aktifitas berisiko penularan tinggi seperti naik kendaraan umum, rapat di ruang tertutup, dll.

 

Selamat mencoba, semoga Allah mencatat segala ikhtiar kita sebagai ibadah di sisi-Nya.(sm)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.