[Seri Tadabbur] Surat An-Naba 31-37

Keterangan Gambar : pixabay


Oleh: Dr. Atabik Luthfi MA

 

إِنَّ لِلۡمُتَّقِینَ مَفَازًا ۝  حَدَاۤىِٕقَ وَأَعۡنَـٰبࣰا

"Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,". (An-Naba': 31-32)

 

Mulai ayat 31 ini hingga ayat 36, pembahasan ayat tentang balasan bagi orang yang bertakwa, setelah sebelumnya tentang penghuni neraka. Pembahasan tentang sesuatu yang berbeda dan bertentangan, menjadi 'Sunnatul Qur'an', kebiasaan pembahasan Al-Qur'an; setelah membahas neraka membahas surga, setelah membahas keburukan membahas kebaikan,  begitu sebaliknya, dan seterusnya. Hikmahnya agar menjadi bahan perbandingan, juga untuk diketahui kesudahan masing-masing pelaku kebaikan dan keburukan.


Salah satu jaminan orang bertakwa yang disebut di ayat 31-32, mereka mendapat kemenangan, yaitu berhasil menghuni surga sepanjang masa. Di dalam surga tersedia beragam kenikmatan, diantaranya kebun-kebun yang indah dan menghasilkan, serta berbagai jenis buah-buahan, diantaranya buah anggur.

 

وَكَوَاعِبَ أَتۡرَابࣰا ۝  وَكَأۡسࣰا دِهَاقࣰا

"Dan gadis-gadis montok yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)". (An-Naba': 33-34)

 

Kedua ayat ini menyuguhkan dua jenis kenikmatan surgawi, yaitu bidadari dari gadis-gadis cantik rupawan, dan gelas-gelas yang selalu berisi variasi minuman. Gambaran ini sebagai contoh permisalan. Karena kaedah Al-Qur'an tentang apapun, disebut beberapa kenikmatan sebagai contoh. Demikian juga berlaku dalam menyebutkan penciptaan Allah swt, bukti-bukti keagunganNya, azab neraka, dan sebagainya, termasuk kenikmatan surga. Penjelasan lebih rinci dapat ditemukan di ayat-ayat yang lain, atau di dalam hadits-hadits Rasulullah saw.

 

Kenikmatan surga yang disebut di dua ayat ini menunjukkan kesempurnaan. Bidadari  merupakan nikmat yang bersifat ruhani, sedang nikmat minuman bersifat ragawi. Kedua jenis nikmat tersebut akan selalu ditemukan, dalam gambaran Al-Qur'an tentang kenikmatan di dalam surga.

 

لَّا یَسۡمَعُونَ فِیهَا لَغۡوࣰا وَلَا كِذَّ ٰ⁠بࣰا ۝  جَزَاۤءࣰ مِّن رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابࣰا
"Di dalamnya mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta. Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu". (An-Naba': 35-36)

 

Kenikmatan lain yang akan dirasakan oleh para penghuni surga adalah nikmat suasana, yang mewarnai selalu keseharian mereka. Tidak akan pernah terdengar ucapan sia-sia, maupun ucapan dusta. Karena kedua ucapan itu dikategorikan buruk dan keji. Justru ucapan yang terlontar antar sesama mereka, bahkan malaikatpun mengucapkannya, adalah ucapan salam.

 

Seperti tersebut di ayat berikut:
"Dan orang-orang yang bertakwa diantar ke surga berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya, dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaganya berkata, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu!". (Az-Zumar: 73)

 

Di surat Maryam: 62 digambarkan salam antar mereka: "Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali salam". Demikian indah dan tenangnya kehidupan surgawi, yang ditandai dengan hanya ucapan salam di dalamnya....

 

رَّبِّ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَیۡنَهُمَا ٱلرَّحۡمَـٰنِۖ لَا یَمۡلِكُونَ مِنۡهُ خِطَابࣰا

"Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia". (An-Naba': 37)

 

Ayat ini menutup pembahasan tentang beberapa kenikmatan surga, yang disuguhkan di ayat-ayat sebelumnya. Semuanya adalah anugerah sekaligus bukti Maha Rahman Allah swt, Pemlik langit dan bumi, dan semua yang ada pada keduanya. Semua kenikmatan juga merupakan pembuktian bahwa akhirat adalah negeri balasan, setelah semua ujian dan ikhtiar dijalankan di dunia.

 

Saat berada di alam akhirat, tidak ada yang mampu berbicara dan melakukan apapun, melainkan atas ijin Allah swt. Semua manusia terdiam, tunduk bercampur takut menanti balasan yang bakal diterimanya dari Allah swt. Itulah waktu yang dijanjikan oleh Allah swt, yang pasti akan dirasakan oleh setiap manusia. Karenanya berbekallah selagi masih diberi waktu!!

 


[Bersambung]

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.