[Seri Tadabbur] Surat An-Naba 38-40

Keterangan Gambar : pixabay


Oleh: Dr. Atabik Luthfi MA

 

یَوۡمَ یَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةُ صَفࣰّاۖ لَّا یَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَـٰنُ وَقَالَ صَوَابࣰا

"Pada hari ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali yang diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar". (An-Naba': 38)

 

Ayat ini menggambarkan dengan konkrit, tidak ada keraguan padanya, bahwa ruh dan semua malaikat akan berdiri bershaf-shaf, di hadapan Allah swt, di hari kiamat kelak. Suasana ini menunjukkan keagungan Allah swt dan kekuasaan-Nya, yang hanya milik-Nya di hari kiamat. Ruh yang dimaksud oleh para ulama tafsir adalah ruh-ruh semua manusia, atau malaikat Jibril sebagai penghulu semua malaikat. Yang lebih agung lagi tentang hari tersebut, bahwa semuanya terdiam, tidak ada yang mampu berbicara, melainkan dengan ijin Allah swt. Padahal malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang agung. Di hari kiamat, semua makhluk Allah swt hanya patuh dan taat kepada Allah swt.

 

Di samping tentu semua manusia secara khusus tertunduk takut, akan nasib balasan yang akan diterimanya, dari Allah swt. Demikian mengerikan dan dahsyatnya gambaran keadaan hari kiamat, agar manusia mempersiapkan diri lebih dini, dengan berbagai amal kebaikan.

 

ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡیَوۡمُ ٱلۡحَقُّۖ فَمَن شَاۤءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـَٔابًا

"Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya". (An-Naba': 39)

 

Ayat ini berbicara tentang sifat dari hari kiamat, yaitu hari yang benar dan pasti terjadi, tidak dapat dibantah dengan argumentasi apapun. Istilah yang digunakan di ayat ini adalah  'Al-Yaumul Haq', yang menunjukkan kepastian semua yang bakal terjadi. Al-Yaumul Haq juga dimaknai secara bahasa sebagai hari yang benar; tidak ada kebohongan dan ketidakpastian di dalamnya. Semua yang terjadi di hari tersebut serba pasti; jika baik pasti dibalas dengan kebaikan, demikian sebaliknya jika buruk pasti dibalas keburukan. Kepastian dan kebenaran hari kiamat, sudah ditetapkan sejak azali, sebelum semuanya diciptakan. Di akhir ayat diingatkan agar tetap beramal, jika menghendaki balasan kebaikan yang pasti di dalamnya...

 

إِنَّاۤ أَنذَرۡنَـٰكُمۡ عَذَابࣰا قَرِیبࣰا یَوۡمَ یَنظُرُ ٱلۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ یَدَاهُ وَیَقُولُ ٱلۡكَافِرُ یَـٰلَیۡتَنِی كُنتُ تُرَ ٰ⁠بَۢا


"Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.” (An-Naba': 40)

 

Ayat terakhir surat An-Naba' ini menginformasikan tiga hal; peringatan  azab yang dekat, diperlihatkan semua perbuatan, dan penyesalan orang kafir. Azab hari kiamat disebut azab yang dekat, karena kiamat selalu disebut oleh Al-Qur'an waktunya dekat, untuk mengingatkan manusia agar bersiap sedia lebih awal menghadapinya. Di hari tersebut, semua amal perbuatan dunia akan dinampakkan dan diperlihatkan, untuk diberikan balasan yang setimpal. Saat itulah, orang kafir menyesal, dan berkhayal seandainya di dunia dahulu menjadi debu, sehingga tidak ada pertanggungan jawab.


Itulah tiga kenyataan di hari kiamat, yang pasti terjadi. Semua yang digambarkan adalah benar adanya, dan dapat dibuktikan. Penciptaan semua makhluk dari tiada, fenomena alam yang indah mengagumkan, peristiwa kehidupan yang beragam menjadi bukti akan benarnya kiamat. Yang terpenting, kita mengimani akhirat, beramal mempersiapkan diri, serta bersungguh-sungguh berbekal untuk menghadapinya.

 

[Selesai Surat An-Naba]

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.