[Seri Tadabbur] Surat An-Naba Ayat 1-7

Keterangan Gambar : Pixabay


Oleh: Dr. Atabik Luthfi Lc., MA.

 

عَمَّ یَتَسَاۤءَلُونَ ۝  عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلۡعَظِیمِ ۝  ٱلَّذِی هُمۡ فِیهِ مُخۡتَلِفُونَ ۝

 

"Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar (hari kebangkitan), yang dalam hal itu mereka berselisih". (An-Naba': 1-3)

 

Surat An-Naba' adalah surat pertama, dari juz tiga puluh, yang dikenal dengan juz 'Amma, yang merupakan kata pertama surat tersebut. Ayat pertama hingga ayat ketiga ini, menggambarkan sikap orang-orang musyrik, yang bertanya tentang hari kiamat. Pertanyaan mereka menurut mufassir dalam bentuk mengingkari, membantah, dan mempertanyakan kebenaran kiamat. Malah pertanyaan ini sekaligus memperolok Rasulullah saw, karena tidak mungkin dijawab oleh baginda saw. Karenanya disebut di ayat ketiga, bahwa mereka juga sebenarnya berselisih, antara mengingkari dan meragukan.

 

Kiamat di surat ini disebut dengan  'An-Naba' Al-'Adhim', artinya berita yang agung. Benar, tidak ada yang lebih agung dari peristiwa kiamat, jika mampu diberitakan. Informasi Al-Qur'an dan hadits, tentang peristiwa dan keadaan kiamat sungguh sangat menggemparkan, menakutkan, dan membuat manusia tersadarkan akan dahsyatnya kiamat

 

كَلَّا سَیَعۡلَمُونَ ۝  ثُمَّ كَلَّا سَیَعۡلَمُونَ

 

"Tidak! Kelak mereka akan mengetahui, sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui". (An-Naba': 4-5)

 

Ayat ini menurut Imam Ibnu Katsir, dalam bentuk bantahan dan ancaman,  kepada mereka yang meragukan dan mengingkari hari kebangkitan, seperti yang disebutkan di ayat sebelumnya. Saking pentingnya, bantahan dan ancaman Allah diulang dua kali, di ayat ke 4 dan ke 5 ini.

 

Mengingkari kiamat dalam bab akidah dapat menggugurkan keimanan. Karenanya banyak ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang hari kiamat. Khususnya Juz 'Amma, mayoritas pembahasan surat-suratnya, tentang hal-hal yang terkait dengan hari kiamat dan akhirat. Kedua ayat bantahan ini secara korelatif, menjadi pengantar akan penjelasan kekuasaan Allah swt, yang menjadi bukti akan kebenaran kiamat.

 

Begitulah ayat-ayat berikutnya menggambarkan beberapa bukti keagungan dan kekuasaan Allah swt, yang dapat disaksikan di alam semesta ciptaanNya.

 

 

أَلَمۡ نَجۡعَلِ ٱلۡأَرۡضَ مِهَـٰدࣰا ۝  وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادࣰا

 

"Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,

dan gunung-gunung sebagai pasak?". (An-Naba': 6-7)

 

Ayat ini hingga ayat 16 menggambarkan beberapa bukti kekuasaan Allah swt, dalam semua makhluk ciptaanNya. Diawali dengan penciptaan bumi, yang dijadikan hamparan, agar layak dihuni oleh manusia dan hewan. Redaksi yang digunakan dalam bentuk 'istifham': 'Bukankah Kami...', untuk menarik perhatian manusia, agar memperhatikan keagungannya.

 

Gunung dijadikan sebagai pasak bumi, untuk mengokohkan kedudukan bumi, menjaga dan memeliharanya dari kegoncangan dan ketidak stabilan. Imam As-Sa'di menuturkan, Ayat-ayat ini merupakan nikmat-nikmat Allah swt, untuk kemaslahatan hidup seluruh makhlukNya, khususnya manusia. Semua sarana prasarana kehidupan disiapkan, untuk dimanfaatkan dan dimakmurkan, dalam rangka kebaikan hidup di muka bumi Allah swt.

 

Subhanallah.

 

(Bersambung)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.