Ustz Dr. Muhammad Choirin, Lc. MA: Taubat Kunci Menjemput Rahmat

Taubat Kunci Menjemput Rahmat

Dr. Muhammad Choirin

 

Manusia merupakan makhluk Allah yang bahkan disebutkan sebagai tempat salah dan lupa. Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, dan karenanya Allah menyediakan sarana taubat, termasuk shalat wajib dan shalat jum’at. Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Seandainya kaum itu ada, pasti Allah akan menciptakan makhluk lain yang akan berbuat salah kemudian melakukan taubat kepada Allah SWT.

Seandainya kaum itu ada. Rasulullah SAW bersabda:

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ.

 Artinya: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa, Allah akan menggantikan kalian dengan mendatangkan kaum yang mereka berbuat dosa kemudian memohon ampun kepada Allah, maka Allah pun mengampuni mereka.” (HR. Muslim).

Allah SWT menyeru kita untuk bertaubat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat Nasuha”. (QS. At-Tharim:8).

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berdoa di pagi dan petang memohon perlindungan dari syirik yang kita ketahui dan memohon ampun dari syirik yang tidak kita sadari. Dan itulah mengapa, Rasulullah mencontohkan membaca istigfar, meminta ampun kepada Allah, tak kurang dari 70 kali dalam sehari semalam. Selain menghapus dosa kecil dan dosa yang tidak kita sadari. Istighfar dan taubat jga menyempurnakan amal kita. Ibarat sebuah bintik noda, dosa kecil pun akan mengotori hati. Semakin banyak dosa semakin banyak pula noda di hati.

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِى قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ فَإِنْ زَادَ زَادَتْ

Artinya: Sesungguhnya, apabila seorang mukmin berbuat dosa, maka muncul bintik hitam dalam kalbunya. Kemudian jika ia bertaubat, meninggalkan dosa dan memohon ampun, maka hatinya bersih. Dan jika dosa-dosanya bertambah, bintik hitam itupun bertambah (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Dan itulah mengapa Rasulullah mencontohkan membaca istighfar, meminta ampun kepada Allah, tak kurang dari 70 kali dalam sehari semalam. Selain menghapus dosa kecil dan dosa yang tidak kita sadari, istighfar dan taubat juga menyempurnakan amal kita. Mengapa setelah shalat dzikir pertama yang kita baca adalah Istighfar? Agar kesalahan atau kelalaian kita dalam shalat diampuni Allah dan supaya shalat kita menjadi sempurna. Marilah kita sambut seruan Allah untuk bertaubat sebelum kita terlambat. Allah menyediakan waktu taubat kita terbentang hingga sakaratul maut datang.

Di antara keutamaan orang-orang yang bertaubat adalah Allah SWT menugaskan para malaikat muqarrabin untuk beristighfar bagi mereka serta berdo’a kepada Allah SWT agar Allah SWT menyelamatkan mereka dari azab neraka. Serta memasukkan mereka ke dalam surga. Dan menyelamatkan mereka dari keburukan. Mereka memikirkan urusan mereka di dunia. Kita sadar bahwa usia kita terus berjalan tanpa kita ketahui kapan batas akhirnya. Maka selama mata kita masih di ijinkan untuk terbuka di esok hari, bersegeralah bersyukur dan memohon ampun kepada Allah SWT.

 

“Jika ada amalan yang paling baik bagimana, maka tida ada selain meminta ampun atas kesalahan. Bertaubat setelah maksiat. Sebab orang yang insaf dari dosa seperti orang yang tidak punya dosa’.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.