[Tadabbur Ramadhan] Puasa Ibadah Mensejarah

Keterangan Gambar : pixabay


Oleh: Dr. Atabik Luthfi MA


یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa ". (Al-Baqarah: 183)

 

Ayat ini menginformasikan tentang ibadah puasa, bahwa ibadah ini sudah pernah dijalankan oleh umat para nabi sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

 

Syekh Sya'rawi menuturkan: Puasa adalah pondasi peribadatan. Di dalamnya terkandung berbagai nilai untuk pembinaan umat ke arah perbaikan.

 

Karenanya, puasa adalah syariat semua umat beragama. Yang berbeda hanya pada waktu dan beberapa teknis pelaksanaan puasa.


Sejarah puasa mengingatkan proses pensyariatan puasa. Imam Al-Qurthubi berpendapat:  Kewajiban puasa sebelum Ramadhan adalah puasa tiga hari setiap bulan dan puasa Asyura'. 

 

Ibadah puasa yang mensejarah ini tentu menjadi spirit dan motivasi, untuk bersama menghadirkan kebaikan dan takwa, di tengah umat beragama.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.